Ternyata otak kita benar-benar diciptakan sangat luar biasa. Saya akan menemperihatkan tentang salah satu dari kemempuan otak manusia tentang kemampuannya dalam membaca sebuah tulisan. Cboa bcaa tliusan bekirut ynag snegjaa dubiat slaah sanusunnya. Apakah Anda bias membacanya?
Atruan Hruuf Dlaam Ktaa Tiadk Penitng
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, atruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng.
Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernaatakan, teatpi ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?
Skearang klaau pkaai bhasa Ignrgis:
“I cdnoult blveiee that I cloud aulaclty uesdnatnrd what I was rdgnieg: THE PAOMNNEHAL PWEOR OF THE HMUAN MIND. Aoccdrnig to a rscheearch at Cmabridge Uinervtisy, it doesn’t mttaer in what oredr the ltteers in a word are, the only iprmoatnt thnig is that the frist and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can stlil raed it wouthit a porbelm. This is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a whloe. Amzanig huh?”
Fenomena kata-kata campur aduk ini kali pertama dilakukan oleh penelitian Universitas Cambridge, tetapi siapa sebenarnya yang kali pertama mempelajari hal ini masih menjadi kontroversi. Tanpa memusingkan hal tersebut, sebagian peneliti mengatakan hal ini menawarkan wawasan tentang bagaimana manusia membaca.
Menurut pengertian mereka, kemampuan kita mengerti contoh kalimat yang dicampur-adukkan di atas menunjukkan bahwa pikiran kita mengartikan kata-kata sebagai keseluruhan dan bukan huruf per huruf.
Jadi apakah kemampuan kita yang mengartikan salah eja yang kacau itu, setidaknya bagi mereka yang sudah dapat membaca, yang eksis dalam tingkatan bawah sadar pada memori manusia?
Kita diajar untuk membaca dengan irama - menggunakan suara abjad untuk mengerti kata yang tak dikenal.
Setelah itu perlahan kita tidak begitu mengandalkan sistem irama untuk mengenali kata karena perbendaharaan kata semakin meningkat tersebut perlahan masuk ke dalam ingatan. Akhirnya, kita tidak lagi harus melafalkan kata-kata, karena otak kita sudah langsung dapat mengenali kata-kata yang kita ketahui.
Peneliti terus menguji teori linguistik ini dengan tingkat kesalahan bahasa yang semakin meningkat. Sudah diketahui bahwa teks yang kacau masih bisa dimengerti sekalipun beberapa hurufnya salah. Ekperiman iti sangut bagas: itu membaktakan bagumana pikuran munusia menata teks dalm bntuk umum.
Ide ini bahkan telah dibawa ke tingkat yang sangat ekstrim, seperti eksperimen berikut yang mana teks dapat dimengerti dengan benar meskipun spasi diantara kata-kata dipakai dengan acak di dalam seluruh teks,
Contohn: Ota kman usiama mpum emb acakata-kata, wal au punter jadi kes alah anda lampe nul iasan
Meskipun dalam contoh di atas semua huruf ditata dengan benar, tetapi ternyata hal ini lebih sulit untuk diartikan dibandingkan dengan kata yang dicampur-adukkan.
Sebagian orang percaya bahwa ini adalah bukti cara kerja otak manusia. Kalau suatu huruf hilang atau salah diletakkan, otak manusia cenderung mengabaikan kesalahan dan fokus pada pesan secara umum.
Tetapi jika struktur pokok teks diganti, seperti contoh terakhir, otak manusia harus bekerja keras menata kembali kata-kata yang tidak dikenali itu dari pebendaharaan kata gabungan kita.
Contoh dibawah ini membuktikan bahwa suatu nomor dapat digabungkan ke dalam kata-kata kita (meniru abjad kita) dan kita masih dapat dengan benar menerjemahkan pesannya. Teks berikut menceritakan kisah dua orang anak:
"P4D4 5U47U H4R1 54Y4 83R4D4 D1 P4N741 M3NG4M471 DU4 4N4K 518UK M3M84NGUN 1574N4 P451R. K371K4 S3L3S41, 0M84K D474NG M3NY4PU & M3NGH4NCURK4NNY4, 71NGGAL H4NY4L4H GUNDUK4N P451R & 8U1H 0M84K. 54Y4 M3NG1R4 K3DU4 4N4K 17U 4K4N M3N4NG1S, T3RNY4T4 M4L4H 83RL4R1 M3NUJU P4NT41 & M3ND1R1K4N 15T4N4 P4S1R L4G1.
K174 M3NGH4815K4N B4NY4K W4K7U UN7UK 5U47U H4L, L4LU G3L0M84NG D474NG M3NGH4NCURK4NNY4, Y4NG T3R5154 H4NY4L4H P3R54H48474N, C1N74 K451H, P3RH4714N & P3RT0L0NG4N D4R1 0R4NG-0R4NG Y4NG 8154 M3M8U4T K174 T3RS3NYUM"
Teks di atas seolah sulit untuk dipahami pada awalnya, tetapi sudah terbukti bahwa pikiran manusia bisa menterjemahkan dengan benar campuran kata dan huruf yang aneh ini.
Mengapa Otak manusia mampu mencerna kata-ata dalam bentu yang tidak lazim tersebut? itu dikarenakan adanya koordinasi antara fungsi Otak kanan dan Otak kiri yang bekerja sewaktu kita membaca. sedikit ulasan dibawah ini, saya harap dapat cukup menjelasakan lebih lanjut.
Otak Kiri
Informasi diproses secara dengar (auditory); Orang ini senang berbicara dan menuliskan sesuatu. Mudah menangkap peraturan peraturan pada mengeja, tata bahasa, pemisahan kata dan mudah memahami bahasa asing. Pola berpikirnya runtut ( sequensial), sangat logis dan analitik, senang membuat daftar. Senang membuat aturan dan menaati aturan. Belajar lebih berhasil dengan mengetahui langkah demi langkah yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dibanding bila didemonstrasikan. Ingatan disimpan dalam bentuk nama dan kata kata dibandingkan dengan diimajinasikan.
Otak Kanan
Tipe pembelajaran visual (melalui rangsang mata). Belajar dengan gambar lalu membuat dengan caranya sendiri Intuitif dan prosesnya acak (tidak berurutan) Informasi terutama disimpan dalam bentuk gambar. Ingatan visualnya kuat, Ingatan dalam imajinasi dapat bertahan dalam waktu yang lama, Lebih memilih menggambar dan berkreasi dibanding menulis dan bicara. Tidak menyukai aturan, impulsif dan sering bertanya. Menyenangi tantangan baru, penuh ide, sangat kompetitif dan perfeksionis. Kreatif, menyenangi seni dan musik, cara berpikirnya menyeluruh (holistik)
Proses Kerja Otak pada Saat Membaca
· Pemahaman dan pengenalan apa yang dilihat. Mula mula membaca melalui proses penglihatan, dimana bentuk huruf dan kata harus dicamkan dan diingat; kemudian bentuk tersebut diidentifikasi, diingat dan dihubungkan dengan bunyi huruf/kata.
· Hubungan antara deret huruf dan deret bunyi Setelah ada proses pemahaman tentang apa yang dilihat, didalam otak deretan huruf akan dirubah menjadi deretan bunyi, sehingga terjadi perekaman kata. Deretan huruf ini akan masuk dalam proses didaerah pendengaran sehingga terjadi pemanggilan bunyi.
· Menganalisa apa yang didengar. Perbendaharaan kata pada permulaan bahasa bicara diwujudkan sebagai kesatuan bunyi, kemudian akan diketahui bahwa satu kata terdiri dari beberapa bunyi tersendiri.
· Pemahaman apa yang dibaca. Bila sudah terdapat kemajuandalam proses membaca, bacaan tersebut harus dapat dimengerti sehingga dapat membuat ringkasan atau jalan pikiran dari apa yang telah dilihat.
Dari proses pembacaan kata dan tulisan diatas, dapat dikatakan bahwa yang terstruktur dalam otak manusia adalah Kata, dan bukannya rangkaian huruf melainkan kata sebagai kesatuan objek tersendiri. walaupun. Pada saat membaca yang dominan dilakukan oleh otak kiri, proses eja dari kata-kata yang disajikan tidal lazim tersebut mungkin akan terhambat, namun koordinasi dengan otak kanan akan memudahkan dalam pencarian bentuk kata yang sudah termemori sebelumnya dalam rangsangan proses pengimajinasi atau pengkhayalan sehingga makna objek kata yang mendekati (kata yang seharusnya) akan menjadi persepsi yang disepakati. hal ini menyebabkan proses identifikasi kata walaupun dalam penyusunan yang tidak lazim tetap dapat dikonsumsi dan dinikmati.
Banyak hal menarik yang bisa kita eksplorasi dari kata. berimajinasi dengan rangkaian huruf tersebut, tanpa harus terpaku dengan tatanan pakem yang menghambat kreatifitas. Bermainlah dan nikmatilah!
******
karena Kata-kata mengalir bebas
sepertinya halnya hati dan kehendak
bukan pula untuk dimiliki
dan cukuplah bagiku walau hanya bisa kunikmati
bersama birahi dari setiap hati dan kehendak yang juga ingin merasakan hidup….
(Kutipan puisi “Silahkan Saja Kau Perkosa Aku!”)sumber: super surga , kompasiana, Science Of Today






0 komentar:
Posting Komentar